Rindu di Atas Makam Ibu

Rindu di Atas Makam Ibu
Rindu ini tak bisa lagi kupungkiri
saat kudatangi makam ibu yang diam membisu.
Peluk hangat tak ada lagi,
seakan dunia runtuh tanpa kehadiranmu.
Kini hanya batu nisan di hadapanku,
namamu terukir sebagai luka yang abadi.
Ibu, betapa kehilangan ini menyesakkan;
hari-hariku berjalan
tanpa suaramu yang dulu menguatkan.
Hatiku seperti rumah yang lampunya tak pernah menyala,
diam menatapmu dalam sunyi.
Tak ada lagi senyummu menyambut pulang.
Hanya rindu
yang tak tahu ke mana harus pergi.
Bangunkan aku dari mimpiku ini.
Namun bila ini nyata,
biarkan rinduku tinggal di sini—
di atas namamu,
menjadi doa yang tak pernah selesai.
Bionarasi Singkat
Puisi ini ditulis sebagai ungkapan duka dan kerinduan seorang anak kepada ibunya yang telah berpulang. Kehilangan menjadi ruang sunyi yang perlahan diisi oleh doa dan kenangan, sebagai cara berdamai dengan kenyataan tanpa kehilangan cinta yang pernah ada.
© 2026 oleh Heni Hendrawati. All Rights Reserved.