Dari Lereng Samosir, Rasa Itu Menjelajah Dunia

Embun pagi menyelimuti daun andaliman yang tumbuh subur di lereng bukit Hariara Pohan. Aromanya yang pedas, getir, sekaligus segar menyebar ke seluruh desa, menandai dimulainya hari baru. Dari sinilah kisah kecil yang besar dimulai: tanah subur, tangan pekerja, dan mimpi masyarakat yang kini menembus kota-kota besar bahkan pasar ekspor.
Dulu, andaliman hanyalah rempah sederhana. Petani menjualnya ke pasar lokal dengan harga rendah, tanpa pengetahuan soal pengolahan dan pemasaran. Transformasi terjadi ketika program Desa Sejahtera Astra (DSA) hadir, membimbing warga dari petani menjadi pelaku usaha mandiri, memahami mutu, branding, dan strategi pemasaran modern.
Kini, aroma andaliman dari Hariara Pohan tidak hanya menghidupkan masakan Batak, tetapi juga membawa kebanggaan desa kecil ini ke seluruh Nusantara bahkan dunia.
Tanah yang Subur, Tradisi yang Lestari
Dari puncak Bukit Holbung, Danau Toba tampak luas seperti cermin raksasa, memantulkan langit biru dan awan yang bergerak perlahan. Desa Hariara Pohan berada di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, menyuguhkan pemandangan alam yang memesona.
Di kaki bukit, kampung adat Huta Simarmata masih berdiri kokoh. Rumah-rumah Bolon dan sarkofagus leluhur menjadi saksi bisu bahwa warga menjaga hubungan erat antara masa lalu dan masa kini.

Potret Tari Tor Tor.
Sumber foto: YouTube @potret.daaitv
Setiap aktivitas masyarakat berakar pada alam: menanam kopi, menenun ulos, menumbuk tipa-tipa, hingga menari Tari Tor Tor, salah satu tarian khas Suku Batak yang selalu diiringi musik tradisional Gondang dan dihiasi kain Ulos. Dengan kata lain, Tari Tor Tor bukan hanya sekadar hiburan, tapi warisan budaya hidup yang mengandung nilai sejarah, spiritual, dan sosial bagi masyarakat Batak.
Budaya di Hariara Pohan adalah napas kehidupan. Dari dapur hingga lantai dansa Tari Tor Tor, setiap gerak dan aroma menceritakan identitas Batak yang hidup dalam keseharian.
Andaliman dan Dapur-Dapur yang Menyalakan Harapan
Selain andaliman, desa ini memiliki beragam produk UMKM yang menguatkan ekonomi lokal. Sambal Rias, Sambal Andaliman, Bawang Merah, Beras Putih & Merah, Tipa-Tipa, Sasagun, hingga Bandrek Mallatam, semua dibuat dari bahan alami dan resep tradisional turun-temurun.
Setiap produk lahir dari tangan warga yang tekun dan penuh cinta. Dari pemilihan bahan terbaik, pengolahan dengan resep tradisional, hingga kemasan modern, semua membawa cerita dan identitas budaya Batak.

Potret Produk Unggulan UMKM.
Sumber foto: instagram. dsa_samosir
UMKM di Hariara Pohan bukan sekadar usaha, tetapi jantung kehidupan desa. Perempuan dan generasi muda belajar mengembangkan kreativitas, manajemen, dan pemasaran produk. Melalui pendampingan DSA, banyak warga berhasil mengubah usaha rumahan menjadi produk berkualitas yang mampu bersaing di pasar nasional dan ekspor.
Galeri UMKM Bukit Holbung menjadi simbol kebanggaan desa. Di sini, pengunjung tidak hanya melihat produk, tetapi juga merasakan cerita di baliknya: aroma sambal pagi hari, beras pilihan dari petani lokal, tipa-tipa dan Sasagun yang mempertahankan cita rasa asli Batak. Setiap aroma dan rasa membawa nama Hariara Pohan semakin dikenal luas.
Langkah Hijau dan Homestay : Harmoni Alam dan Kehidupan
Desa ini tidak hanya bangga dengan budaya dan rempahnya, tetapi juga lingkungan yang terjaga. Melalui Gerakan Wisata Bersih dan Hijau, Astra bersama warga menanam ratusan pohon di Bukit Holbung dan sekitarnya, menjaga kelestarian Danau Toba, sekaligus menumbuhkan kesadaran pariwisata berkelanjutan.
Wisatawan biasanya memilih homestay yang menghadirkan suasana tenang dan autentik, dengan pemandangan hijau perbukitan dan Danau Toba yang memukau, serta kesempatan merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Suasana menginap kental dengan budaya Batak Toba.

Potret homestay.
Sumber foto: sumut.jadesta.com
Di Desa Wisata Hariara Pohan, sebagian besar homestay memanfaatkan rumah warga setempat yang disewakan untuk wisatawan. Pengunjung tidur di kamar sederhana namun nyaman, merasakan kehidupan sehari-hari penduduk, dan ikut langsung dalam berbagai aktivitas lokal.
Setiap pagi, mereka disuguhi hidangan khas, seperti Mie Gomak — mie lidi tebal dengan kuah santan kental dan bumbu andaliman — serta cemilan tradisional Sasagun dan Tipa-Tipa. Cemilan ini berbeda dari yang biasa kita temui di kota; semuanya dibuat dari bahan alami dan resep turun-temurun, menghadirkan rasa otentik Batak yang sehat dan lezat, menambah pengalaman menginap yang autentik dan tak terlupakan.
Dengan harmonisasi alam, budaya, dan keramahan, pengunjung benar-benar merasakan kehidupan dan identitas desa, sekaligus berkontribusi pada pelestarian lingkungan.
Jejak yang Menggetarkan: Dari Tantangan Menuju Harapan
Transformasi desa tidak datang dengan mudah. Dulu, petani menjual andaliman mentah tanpa pengetahuan pemasaran, menghadapi jalan terjal dan akses terbatas.
Pendampingan Astra membantu warga memahami kualitas, kemasan, branding, hingga pemasaran digital. Kini, mereka mampu menembus pasar lokal maupun ekspor. Pada 2024, Desa Hariara Pohan berhasil mengekspor 770 kilogram andaliman senilai Rp 475 juta ke Jerman dan Prancis, hasil kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Samosir dan Kementerian Desa melalui program Desa Sejahtera Astra.

Potret lepas ekspor Andaliman.
Sumber foto: YouTube @potret.daaitv
Keberhasilan ini juga diikuti dengan prestasi Juara II Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 dalam kategori Homestay dan Toilet Umum, mengalahkan banyak desa wisata lainnya di tingkat nasional.
Selain itu, desa ini memiliki hutan karbon produktif seluas 125 hektar di Silau Raja, dikelola dengan pendekatan ekonomi sirkular yang mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.
Setiap tantangan diatasi bersama, menunjukkan kekuatan kolektif desa. Dari dapur sederhana, Tortor yang mengalun, pohon yang ditanam, hingga Mie Gomak yang disajikan, tersimpan cerita ketekunan dan harapan. Hariara Pohan adalah bukti bahwa tradisi, keberlanjutan, dan masa depan dapat berpadu harmonis. Dari lereng Samosir, rasa itu terus menjelajah, membawa harum tanah tinggi dan semangat masyarakat yang tak pernah berhenti bermimpi.